THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 17 Desember 2009

Mengapa air laut mengandung garam? Seberapa besar kandungan garam di Laut?


Garam di laut sangat berbeda dengan garam di dapur anda. Garam di laut sebenarnya merupakan larutan yang sangat kompleks dan mengandung lebih dari lima puluh garam mineral alami. Dalam air laut, kandungan sodium klorida (garam dapur) yang paling melimpah, sedangkan mineral lainnya dalam konsentrasi rendah antara lain garam kalsium (kalsium karbonat, magnesium sulfat, dan magnesium bromida).

Tambahan lagi ada sedimen terlarut dan batu-batuan dari dasar laut, materi dari sisa-sisa mahluk hidup yang mati dan air. Garam terlarut dibawa ke laut dari sungai dan aliran air, hampir 4 miliar ton pertahun.

Para ilmuwan berpikir bahwa total jumlah garam di semua laut mungkin hampir 50 juta milyar ton. Konsentrasi garam pada kebanyakan air laut adalah tiga puluh lima per mil, yang berarti bahwa 3.5% berat air laut berasal dari garam terlarut. Kebanyakan garam dapur berasal dari pertambangan bukan dari garam laut. Kadangkala, yodium juga ditambahkan ke dalam garam dapur untuk membesarnya kelenjar tiroid yang disebut goiter. Sejak pabrik menambahkan yodium ke dalam garam dapur, penyakit goiter jarang terlihat di negara industri dan negara utama, tetapi masih banyak ditemukan di negara berkembang.

Kandungan Garam di Laut

Menurut ilmu kelautan garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam.

Sedangkan menurut Strahler, kandungan garam yang terdapat dalam air laut adalah sebagai berikut:


Kadar Garam Lautan

Kadar garam atau salinitas ialah banyaknya garam-garaman (dalam gram) yang terdapat dalam 1 Kg (1000 gr) air laut, yang dinyatakan dengan ‰ atau perseribu. Salinitas umumnya stabil, walaupun di beberapa tempat terjadi fluktuasi.

Tinggi rendahnya kadar garam (salinitas) sangat tergantung kepada faktor-faktor berikut :

a.

Penguapan, makin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi dan sebaliknya pada daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya.

b.

Curah hujan, makin besar/banyak curah hujan di suatu wilayah laut maka salinitas air laut itu akan rendah dan sebaliknya makin sedikit/kecil curah hujan yang turun salinitas akan tinggi.

c.

Banyak sedikitnya sungai yang bermuara di laut tersebut, makin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tersebut akan rendah, dan sebaliknya makin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan tinggi.

Berikut merupakan satelit pendeteksi kadar garam (salinitas) air laut dengan nama Smos (satelit soil moisture and ocean salinity)



Sumber : http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=99&fname=geox0813.htm

Sumber : http://tanyasayaapasaja.blogspot.com/

Sumber:http://ilmukelautan.com/oseanografi/oseanografi-kimia


0 komentar: